yang awalnya biasa aja, lama-lama jadi tertimbun tak kuat menahan kerasnya perlawanan
sosok wanita agak kecil yang harus berhadapan dengan itu semua
nadi terus berdetak, kuatnya emosi dan egois juga kian memuncak
tidak seharusnya bersikap seperti ini
Tuhan
apakah ini adil?
adil kah untuk dirinya diriku?
adil kah untuk kita?
adil kah untuk kami?
ADIL KAH?
Tuhan
posisi yang kau berikan membuatku sedikit berpikir
memang dan seharusnya akulah yang mengalah
mengalah untuk semuanya
tapi, haruskah mengalah untuk keadaan yang terus dipress
haruskah mengalah untuk freukensi yang lama
bak ember, akan meluap ketika memang benar-benar sudah penuh
seberapapun besar kapasitasnya, pasti meluap juga kalau diisi terus
Tuhan
keinginan untuk menjadi orang yang kuat
keinginan untuk menjadi orang yang sulit rapuh
keinginan untuk tetap bisa menampung segala perlawanan
keinginan untuk bisa punya hati yang lapang
keinginan untuk bisa punya pikiran baik
keinginan untuk jauh dengan keegoisan dan emosi
keinginan untuk jauh dengan kedengkian dan iri hati
keingiann untuk mampu mengatasi semua sendiri
itulah keinginan, yang berharap untuk terkabul
tidak
tapi hati ini terlanjur keras, membatu!
namun, sadarkan juga
tidak hanya satu
tetapi dua
sadarkan yang sama-sama membatu ini
tak sepantasnya untuk saling begini
No comments:
Post a Comment