Thursday, May 17, 2012

jodo-h

Tiba-tiba terbesit dalam pikiranku untuk membicarakan topik ini. Berawal dari perbincangan sodara yang tak menyangka bahwa 'jodoh-nya' adalah yang ada di depan matanya saat itu. Kemudian dalam hatiku "Yampun, kayanya sempurna banget ya hidupnya. Kesuksesan yang didapatnya kini dan kehadiran pendamping hidupnya yang MAPAN, itu anugerah". Kemudian "Akankah Allah juga akan bersikap adil kepadaku kelak?", tanyaku.

Menurut artikel yang pernah ku baca, jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Ketika aku duduk di bangku SD, sering ku mendengar kalimat "Jodoh ada ditangan Tuhan" saat itu aku belum bisa menafsirkan kalimat itu dengan sempurna. Bak anak kecil polos yang taunya cuma "Permen itu manis dan kopi itu pahit". Seiring berjalannya waktu menuju umurku sekarang ini, pemikiranku mulai terlatih. Semua orang pasti menginginkan jodoh  yang minimal 'baik' lah. Baik menurut orang itu sendiri, ya subjektif sih. Tapi standar dari baik itu sendiri pasti adalah kata mapan, dalam artian diharapkan bisa menopang suka-dukanya rumah tangga kelak (wush udah ngomongin rumah tangga aja nih). Yaaa, termasuk aku sih. MAPAN itulah kriteria dalam pencarian jodohku. Menurut yang ada di dalam pikiranku, mapan itu kalo dijabarin mengandung pengertian yang luas. Tapi, kalo aku jabarin sekarang kayanya belum pantes, ya masih perlu proses pematangan dikit (lagi).Jadi Maba juga barusan ;) Tapi seengaknya target buat ke jenjang berikutnya (if you know what i mean) pastilah sudah ada di tangan, Insya Allah.

Ya pada intinya, kalimat "Jodoh di tangan Tuhan" menurutku itu nggak absolute. Selama ada ikhtiar dan doa, Allah Maha Mendengar kok. Pasti ada jalan untuk mendapatkan jodoh yang sesuai pilihannya dan yang terbaik. Dalam benakku terbesit angan:
" Semoga Jodohku kelak adalah jodoh yang bisa membahagiakan kedua orang tua, selain sebuah KESUKSESANKU
itu menjadi motivasiku kini. Karena dengan jalan itu, berharap bisa membalas semua yang udah orang tua beri ke aku, bakti anak kepada orang tuanya. Dan niat ku adalah menikah karena ibadah dan karena Allah, semoga jalan terbaik tercurah untukku, amin. Ibu-Bapak, tunggu aku dengan sebuah harapan yang bisa terpenuhi nantinya dan bisa membuat kalian bangga.

No comments:

Post a Comment

Search this blog